Kemasan kertas semakin menjadi pilihan utama produk konsumen, didorong oleh beberapa faktor utama.
1. Kepedulian dan Keberlanjutan Lingkungan
Seiring dengan semakin sadarnya konsumen terhadap lingkungan, permintaan akan solusi pengemasan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan semakin meningkat. Kemasan kertas dapat terurai secara hayati, dapat didaur ulang, dan terbuat dari sumber daya terbarukan, berbeda dengan kemasan plastik yang berkontribusi terhadap polusi dan limbah TPA. Pergeseran ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran lingkungan dan seruan bagi dunia usaha untuk mengadopsi praktik-praktik yang lebih ramah lingkungan.
2. Peningkatan Kemampuan Daur Ulang
Berbeda dengan plastik, yang sulit didaur ulang dalam bentuk tertentu, kemasan kertas diterima secara luas dalam program daur ulang secara global. Dengan infrastruktur daur ulang yang lebih baik, produk kertas akan lebih mungkin digunakan kembali dan digunakan kembali, sehingga mengurangi dampak lingkungan dari waktu ke waktu. Merek yang ingin memenuhi meningkatnya permintaan akan praktik ekonomi sirkular menganggap kemasan kertas sebagai pilihan yang menarik.
3. Preferensi Konsumen terhadap Produk Ramah Lingkungan
Terdapat preferensi konsumen yang kuat terhadap merek yang mengutamakan keberlanjutan. Ketika masyarakat menjadi lebih peka terhadap dampak lingkungan dari pembelian mereka, mereka memilih produk yang dikemas dalam kertas, yang dianggap lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan plastik atau bahan non-biodegradable lainnya. Merek yang mengadopsi kemasan kertas dapat memanfaatkan sentimen konsumen yang berkembang ini, sehingga meningkatkan citra merek dan loyalitas pelanggan.
4. Fleksibilitas dan Kustomisasi
Kertas sangat serbaguna, dan dapat disesuaikan dengan berbagai cara, mulai dari kantong kertas kraft sederhana hingga desain rumit pada kotak, karton, dan label. Hal ini memudahkan perusahaan untuk menyelaraskan kemasannya dengan estetika dan pesan mereknya. Baik untuk produk mewah atau barang sehari-hari, kertas dapat disesuaikan agar sesuai dengan berbagai macam barang konsumen, termasuk makanan, elektronik, kosmetik, dan banyak lagi.
5. Tekanan Peraturan dan Perundang-undangan
Pemerintah dan organisasi internasional semakin banyak memberlakukan undang-undang yang membatasi penggunaan kemasan plastik, khususnya plastik sekali pakai. Hal ini mendorong dunia usaha untuk mencari alternatif lain, dan kemasan kertas sering kali muncul sebagai pengganti yang paling tepat. Kebijakan seperti larangan kantong plastik dan pajak atas bahan yang tidak dapat didaur ulang mendorong perusahaan untuk berinovasi dalam pengemasan, dan kertas muncul sebagai solusi pilihan.
6. Branding dan Persepsi Konsumen
Kemasan kertas menyampaikan rasa kualitas, keaslian, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Banyak konsumen menganggap produk kemasan kertas lebih premium atau dibuat secara etis, terutama jika dibandingkan dengan alternatif plastik. Misalnya, kemasan kertas sering kali disejajarkan dengan merek organik, alami, dan artisanal, sehingga menjadikannya pilihan strategis bagi bisnis di sektor ini.
7. Inovasi dan Kemajuan Teknologi
Perkembangan teknologi baru telah meningkatkan kinerja kemasan kertas. Misalnya, inovasi pada lapisan kedap air dan kelembapan memungkinkan kemasan kertas digunakan untuk lebih banyak produk, termasuk makanan dan minuman. Kemajuan ini memastikan bahwa kemasan kertas tidak hanya ramah lingkungan namun juga fungsional dan tahan lama, sehingga memenuhi kebutuhan praktis konsumen modern.
8. Mengurangi Jejak Karbon
Produksi kemasan kertas umumnya menghasilkan jejak karbon yang lebih rendah dibandingkan produksi plastik, terutama jika kertas tersebut bersumber dari hutan yang dikelola secara lestari. Hal ini berkontribusi terhadap meningkatnya daya tarik kemasan kertas sebagai alternatif bagi bisnis yang bertujuan mengurangi dampak lingkungan dan memenuhi tujuan pengurangan karbon.
9. Pertimbangan Kesehatan dan Keselamatan
Konsumen kini semakin sadar akan potensi risiko yang terkait dengan jenis plastik tertentu, terutama pada industri makanan dan minuman. Kemasan kertas, terutama jika sudah tersertifikasi aman untuk pangan, dianggap sebagai pilihan yang lebih sehat dan aman. Selain itu, tidak adanya bahan kimia seperti BPA (Bisphenol A) yang ditemukan pada beberapa kemasan plastik menambah daya tarik kertas, terutama untuk kemasan makanan dan minuman.
10. Edukasi dan Kesadaran Konsumen
Dengan meningkatnya kesadaran mengenai dampak berbahaya sampah plastik, konsumen menjadi lebih teredukasi mengenai manfaat lingkungan dari memilih produk dengan kemasan kertas. Banyak perusahaan kini menggunakan kemasan sebagai peluang untuk mendidik pelanggan tentang pentingnya keberlanjutan, yang selanjutnya mendorong popularitas kertas sebagai bahan pilihan.


